Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Sengketa Lelang Agunan BRI Berujung Ricuh, Aliansi 'KANIBAL' Blokir Jalur Lintas Sumbawa-Bima

Sengketa Lelang Agunan BRI Berujung Ricuh, Aliansi 'KANIBAL' Blokir Jalur Lintas Sumbawa-Bima

DOMPU — Konflik perbankan antara nasabah dan pihak bank di Kabupaten Dompu bergeser menjadi aksi massa di jalan raya. Aliansi koalisi Nasabah Melawan (KANIBAL) menggelar aksi blokade jalan secara spontan di dekat Persimpangan Cabang Madaprama, Jalan Lintas Sumbawa - Bima, Kecamatan Woja, Senin (15/6/2026) siang.

Aksi yang dikoordinir oleh Den Aden dan Wawan Kurniawan ini diwarnai dengan pembakaran ban bekas serta penggunaan pengeras suara (sound system) guna menyuarakan tuntutan mereka terhadap manajemen Bank BRI Cabang Dompu.

Kecewa Ditipu Modus Kongkalikong Lelang

Dalam orasi politiknya, perwakilan massa aksi membeberkan kronologi kekecewaan mereka hingga nekat melumpuhkan arus transportasi lintas kabupaten. Upaya hukum dan audiensi sebelumnya telah ditempuh ke Kantor Cabang BRI Dompu serta Pengadilan Negeri (PN) Dompu, namun buntu tanpa kejelasan.

Kasus ini bermula dari dugaan penipuan dan penggelapan berkedok pelunasan utang terstruktur. Nasabah mengaku diarahkan oleh oknum internal perbankan untuk mengikuti mekanisme pelelangan atas tanah agunan miliknya sendiri dengan jaminan bakal dimenangkan. Korban diminta menyetor uang muka lelang sebesar Rp100 juta menggunakan jaminan surat tanah.

"Kami kecewa karena hukum tidak berpihak pada korban. Kami diminta ikut lelang dengan membayar Rp100 juta di awal dan dijanji pasti menang agar aset tanah kami kembali. Namun faktanya, dalam proses pelelangan kami justru dikalahkan dan hak agunan kami hilang. Kami mendesak BRI mengembalikan hak agunan nasabah dan menindak tegas oknum pegawai nakal yang bekerja di luar prosedur," teriak orator aksi di atas mimbar.

Blokade Total Picu Bentrok dengan Pengguna Jalan

Belasan massa aksi mulai menutup total badan jalan menggunakan rintangan meja, ranting pohon, potongan seng, serta membakar ban di tengah persimpangan. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Sumbawa menuju Bima maupun sebaliknya lumpuh total.

Sikap keras kepala demonstran yang bersikeras menutup jalur evakuasi logistik tersebut akhirnya memicu gesekan di lapangan. Kericuhan pecah antara massa aksi dengan para pengguna jalan yang emosi akibat terjebak kemacetan panjang selama berjam-jam. Aksi saling dorong dan adu mulut sempat terjadi sebelum akhirnya dilerai oleh aparat keamanan yang bersiaga di lokasi.

DPRD Garansi Mediasi, Blokade Jalan Dibuka

Guna meredam amukan massa yang kian tidak terkendali, Kasat Intel Polres Dompu, Iptu Ferdiansyah, S.H., langsung melakukan negosiasi di tengah kerumunan. Pihaknya meminta massa membuka ruang diskusi yang kepala dingin di tempat yang kondusif, ketimbang melakukan tindakan anarkis yang merugikan kepentingan publik.

Merespons hal tersebut, perwakilan aliansi KANIBAL melunak dan memberikan tenggat waktu kepada Aparat Pengamanan (Apkam) untuk menghadirkan jajaran manajemen BRI Cabang Dompu paling lambat besok hari.

Langkah taktis kepolisian tersebut diperkuat oleh jaminan dari Anggota DPRD Kabupaten Dompu, Erwinsyah, S.H., yang turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Politisi daerah ini menggaransi akan mengawal langsung jalur komunikasi dan memfasilitasi sidang mediasi resmi antara nasabah korban dengan perwakilan BRI.

"Kami menjamin dan menjembatani hak dialog rekan-rekan sekalian. Proses mediasi dan konfrontasi data akan dijadwalkan secara resmi di Kantor Desa Madaprama dalam waktu dekat. Untuk itu, kami meminta fasilitas jalan umum ini segera dibuka," tegas Erwinsyah.