JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan pelemahan signifikan pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Indeks utama pasar modal Tanah Air ini merosot hingga 15 persen, atau setara dengan 106,78 poin, menutup pekan di level 7.070,55.
Pergerakan negatif ini turut menyeret nilai transaksi harian yang mencapai Rp10,38 triliun dengan volume 18,92 miliar saham yang diperdagangkan. Sebanyak 427 saham tercatat melemah, hanya 135 saham yang menguat, dan 185 saham stagnan.
Pesan Ketenangan dari BEI
Menanggapi tekanan pasar ini, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan pesan penting kepada para investor. Ia menekankan agar investor tidak panik dan tetap melakukan analisis yang cermat sebelum mengambil keputusan investasi. Menurutnya, fluktuasi pasar adalah hal yang biasa terjadi dan perlu disikapi dengan bijak.
"Bagi investor yang menghadapi gejolak pasar saat ini, penting untuk tidak mengambil keputusan secara emosional. Lakukan analisis fundamental dan teknikal secara menyeluruh," ujar Nyoman dalam keterangan resminya pada Jumat (30/1/2026).
Nyoman menyarankan investor untuk memanfaatkan momentum koreksi pasar sebagai kesempatan untuk meninjau kembali portofolio mereka. Ia mendorong investor untuk memperkuat pemahaman mengenai fundamental perusahaan target investasi, serta mempertimbangkan prospek jangka panjang dari sektor-sektor yang kuat.
Fokus pada Jangka Panjang dan Diversifikasi
Selain itu, BEI juga mengingatkan pentingnya diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko. Investor disarankan untuk tidak menempatkan seluruh investasinya pada satu jenis aset atau saham tertentu.
"Pasar modal menawarkan beragam pilihan instrumen investasi. Pelajari dan diversifikasi aset Anda sesuai dengan profil risiko masing-masing," tambah Nyoman.
Dengan pendekatan yang tenang, analitis, dan berorientasi jangka panjang, diharapkan investor dapat melewati periode volatilitas pasar ini dengan lebih baik dan tetap meraih potensi keuntungan di masa depan.
