Lombok Barat – Kebakaran hebat melanda KMP Putri Yasmin milik PT Jembatan Lautan (JEMLA) saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026). Insiden terjadi di perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, dan memicu operasi evakuasi besar-besaran yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Berdasarkan data penanganan di lapangan, total penumpang dan awak kapal yang berada di kapal mencapai 212 orang. Dari jumlah tersebut, 211 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu penumpang dilaporkan meninggal dunia. Korban meninggal diketahui bernama Indah Dwi Septiani (20), warga Mataram.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah armada laut dan tim gabungan, antara lain KMP Portlink II, KN SAR 220, KAL Lembar, kapal patroli Polairud Polda NTB, KM RIB Basarnas Mataram, KM RBB Basarnas, serta KMP Parama Kaliani. Sebagian penumpang dievakuasi menuju Pelabuhan Lembar, sementara armada lain membantu pengamanan dan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil pendataan sementara, ditemukan ketidaksesuaian antara jumlah penumpang dalam manifest dan jumlah penumpang yang sebenarnya berada di atas kapal. Manifest mencatat 131 penumpang, sedangkan data riil korban dan penumpang yang dievakuasi melebihi jumlah manifest. Temuan tersebut kini menjadi perhatian aparat dan otoritas pelayaran untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sumber api berdasarkan informasi awal diduga berasal dari satu unit truk boks yang berada di dalam kapal. Namun dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Sekitar pukul 18.00 Wita, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, S.H. mengunjungi Pelabuhan Lembar untuk meninjau langsung kondisi para korban dan proses penanganan pascakebakaran. Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur NTB, Danlanal Mataram, serta unsur otoritas pelabuhan.
Hingga malam hari, penanganan terhadap korban dan pemeriksaan terhadap kapal masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Otoritas terkait menyatakan investigasi akan difokuskan pada penyebab kebakaran serta dugaan ketidaksesuaian data manifest penumpang.
