Hot Posts

6/recent/ticker-posts

AMAN NTB Gelar Muswil V di Sumbawa, Dorong Penguatan Hak dan Identitas Masyarakat Adat

AMAN NTB Gelar Muswil V di Sumbawa, Dorong Penguatan Hak dan Identitas Masyarakat Adat

Sumbawa – Dewan Pengurus Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Nusa Tenggara Barat (DPW AMAN NTB) menggelar pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) V AMAN NTB di Aula Desa Lawin, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, Jumat (7/8/2026). Kegiatan dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri atas pengurus AMAN, tokoh adat, dan perwakilan masyarakat adat dari berbagai daerah di NTB.

Muswil mengangkat tema “Rebut Kedaulatan Ruang dan Pulihkan Identitas Masyarakat Adat: Konsolidasi Gerakan Masyarakat Adat se-NTB untuk Melindungi Identitas Budaya dan Wilayah Adat.” Tema tersebut menitikberatkan pada upaya penguatan identitas budaya, perlindungan wilayah adat, serta konsolidasi gerakan masyarakat adat di tingkat daerah.

Sejumlah tokoh hadir dalam pembukaan kegiatan, di antaranya Deputi I Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan PB AMAN Eustobio Rero Renggi, Dewan PB AMAN Nasional Region Bali–Nusra Denda Suriasari, Deputi PB AMAN Bidang Advokasi dan HAM Eras Muscahyadi, Ketua PD AMAN Sumbawa Febriyan Anindita, SH, para ketua PD AMAN se-NTB, Kepala Desa Lawin Ahdiat Kerta Miharja selaku ketua panitia, serta peserta Muswil dan tokoh masyarakat adat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi, menyanyikan Mars AMAN, dan pembacaan doa. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Ahdiat Kerta Miharja menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan menegaskan bahwa Muswil tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan masyarakat adat dalam menjaga wilayah adat dan memperjuangkan hak-haknya.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam meneruskan perjuangan masyarakat adat. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam Muswil menjadi modal penting untuk memperkuat solidaritas antarmasyarakat adat di NTB. Ahdiat juga berharap pengakuan terhadap komunitas adat Suku Cek Bocek dapat segera diwujudkan melalui kebijakan pemerintah daerah, sebagaimana pengakuan terhadap sejumlah komunitas adat di Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara.

Sementara itu, Deputi PB AMAN Bidang Advokasi dan HAM Eras Muscahyadi menyebut pelaksanaan Muswil bertepatan dengan peringatan Hari Masyarakat Adat Nasional yang dipusatkan di Bogor. Ia menilai pengakuan masyarakat adat oleh negara masih menjadi agenda perjuangan bersama dan mendorong pemerintah daerah segera menyusun peraturan daerah yang mengakui keberadaan masyarakat adat sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya lokal.

Eras menambahkan, pemilihan pengurus PD AMAN NTB hanyalah salah satu bagian dari rangkaian Muswil. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi masyarakat adat, mempererat hubungan antarkomunitas adat, serta merumuskan langkah bersama dalam perlindungan hak-hak adat di Nusa Tenggara Barat.

Pandangan serupa disampaikan Dewan PB AMAN Nasional Region Bali–Nusra Denda Suriasari. Ia menegaskan bahwa Muswil bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan bagian dari konsolidasi politik masyarakat adat. Karena itu, pengurus yang terpilih nantinya diharapkan mampu merangkul seluruh komunitas adat di NTB dan memperkuat persatuan gerakan masyarakat adat di daerah.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan ritual adat Selonteng sebagai bentuk penyambutan peserta Muswil yang diwakili oleh masing-masing ketua PD AMAN se-NTB. Agenda berikutnya berupa diskusi dan konsolidasi organisasi yang dipandu panitia Muswil V AMAN NTB.