Koran Online — Lombok Barat, Pemerintah Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, terus memperjuangkan kepentingan petani melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) NTB. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut untuk mencari solusi penanganan banjir yang berpotensi merusak lahan pertanian padi masyarakat, terutama saat memasuki Musim Tanam Pertama (MT 1).
Kepala Desa Gapuk, Nurdin, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko banjir, menjaga produktivitas pertanian, serta mendorong peningkatan hasil panen padi masyarakat.
“Upaya koordinasi Pemerintah Desa Gapuk dengan pihak BBWS NT I NTB dilakukan untuk mencari solusi bagaimana mereduksi banjir agar tidak berdampak terhadap kerusakan hasil pertanian padi, terutama pada Musim Tanam Pertama (MT 1),” kata Nurdin, Kamis, 29/10/2026.
Nurdin menjelaskan, koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut hasil Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan BBWS NT I NTB yang berlangsung di Hotel Astoria.
Kegiatan tersebut dihadiri kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) kabupaten/kota se-NTB secara luring. Sementara itu, jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pihak terkait dari kabupaten/kota se-NTB mengikuti kegiatan secara daring.
“Ini merupakan tindak lanjut dari hasil FGD bersama Kementerian PU dan BBWS NT I NTB di Hotel Astoria. Kegiatan tersebut dihadiri kepala BAPPERIDA kabupaten/kota se-NTB secara luring, sedangkan jajaran PU dan pihak terkait dari kabupaten/kota se-NTB mengikuti secara daring,” jelas Nurdin.
Menurut Nurdin, hasil FGD tersebut diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan banjir, pembenahan aliran sungai, serta pemeliharaan fasilitas pengairan yang menunjang kebutuhan petani di Desa Gapuk.
Persoalan banjir menjadi perhatian pemerintah desa karena berpotensi mengganggu aktivitas pertanian dan mengancam hasil panen masyarakat. Karena itu, pembenahan aliran sungai dan optimalisasi pengairan diharapkan menjadi bagian dari solusi berkelanjutan untuk mendukung sektor pertanian.
Di sisi lain, upaya peningkatan produksi padi di Desa Gapuk mulai menunjukkan harapan. Nurdin mengungkapkan, Dusun Batu Mulik saat ini menjadi wilayah awal pencapaian surplus padi. Pemerintah desa menargetkan capaian tersebut dapat meluas hingga seluruh dusun.
“Alhamdulillah, untuk sementara ini yang menjadi awal surplus padi berada di Dusun Batu Mulik. Insyaallah, ke depan seluruh dusun di Desa Gapuk bisa terakomodasi, sehingga hasil pertanian masyarakat semakin meningkat dan ketahanan pangan desa semakin kuat,” ungkap Nurdin.
Nurdin menambahkan, penguatan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi padi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah desa dalam memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita berharap panen padi di Gapuk bisa surplus guna mendukung ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo. Hal tersebut juga sejalan dengan misi kita dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Ekonomi yang kuat tentu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga tingkat akar rumput,” ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Desa Gapuk mendorong pembenahan fasilitas pengairan melalui pelebaran sungai dan pengerukan sedimentasi. Upaya tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air, menjaga suplai air menuju lahan pertanian, sekaligus mengurangi risiko banjir.
“Untuk menjaga suplai air bagi petani agar berjalan maksimal, kita melakukan berbagai upaya, termasuk pelebaran sungai dan pengerukan sedimentasi. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir sekaligus memperlancar aliran air menuju lahan pertanian,” jelas Nurdin.
Pemerintah Desa Gapuk juga berharap penanganan sungai dapat menjangkau seluruh wilayah desa, terutama jalur sungai di depan Kantor Desa Gapuk yang menjadi salah satu titik perhatian dalam pembenahan aliran air.
“Insyaallah, kita berharap seluruh penanganan dapat terakomodasi sampai wilayah Gapuk, terutama pada jalur sungai di depan kantor desa. Kita ingin upaya ini memberikan manfaat bagi seluruh petani, menjaga lahan pertanian dari ancaman banjir, serta mendukung peningkatan hasil panen di setiap dusun,” tutup Nurdin.
Melalui koordinasi dengan BBWS NT I NTB dan tindak lanjut hasil FGD bersama Kementerian PU, Pemerintah Desa Gapuk berharap penanganan sungai dan sistem pengairan pertanian dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan mampu melindungi lahan pertanian dari ancaman banjir, memperkuat produktivitas petani, serta memperluas pencapaian surplus padi di seluruh dusun. Dengan demikian, ketahanan pangan desa diharapkan semakin kuat dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
