Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Saat Waktu Sahur, Pemuda di Gerung Diduga Gantung Diri

Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Saat Waktu Sahur, Pemuda di Gerung Diduga Gantung Diri

GERUNG – Suasana haru menyelimuti BTN Pemda Lombok Barat, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, pada Minggu dini hari (15/03). Seorang pemuda inisial ADS ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali pramuka di trali jendela kamar.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh ibu korban saat hendak membangunkan anaknya untuk makan sahur.

Kronologi Penemuan: Terdeteksi Saat Waktu Sahur

Kejadian bermula sekitar pukul 03.50 WITA. Ibu Korban bermaksud membangunkan korban untuk sahur namun tidak mendapat respons. Saat memasuki kamar yang tidak terkunci, saksi terkejut menemukan anaknya dalam kondisi tergantung di jendela kamar menggunakan tali pramuka berwarna putih.

Dalam kondisi panik, saksi segera menghubungi kerabat korban, untuk meminta bantuan. Danang dibantu oleh kerabat lainnya kemudian memotong tali menggunakan pisau dapur dan menurunkan korban ke tempat tidur sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gerung pada pukul 04.20 WITA.

Olah TKP dan Identifikasi Kepolisian

Aparat kepolisian dari Polsek Gerung bersama Babinsa dan Babinkamtibmas tiba di lokasi pada pukul 04.30 WITA untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan oleh Tim INAFIS Polres Lombok Barat yang tiba pukul 06.05 WITA untuk melakukan olah TKP dan memasang garis polisi guna menjaga keutuhan barang bukti.

Penyelidikan Motif dan Proses Otopsi

Hingga saat ini, motif di balik peristiwa tragis tersebut masih menjadi misteri. Pihak keluarga maupun warga sekitar menyatakan tidak melihat adanya tanda-tanda mencurigakan atau masalah yang dialami korban sebelum kejadian.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram pada pukul 06.55 WITA untuk dilakukan proses otopsi setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga. Kasus ini kini dalam penanganan penuh satuan Reskrim Polres Lombok Barat guna penyelidikan lebih lanjut.