Pemprov NTB Gelar Shalat Istisqa, Ajak Masyarakat Berdoa dan Berikhtiar Hadapi Kekeringan

Mataram – Koran Online – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Shalat Istisqa atau shalat memohon turunnya hujan di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Jumat (16/10/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual di tengah kondisi kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air di sejumlah wilayah NTB.

Shalat Istisqa tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov NTB serta perwakilan siswa-siswi dari sejumlah sekolah di Kota Mataram.

Dalam khotbahnya, TGH Munajib Khalid mengajak jamaah menjadikan kekeringan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia mengingatkan bahwa air merupakan nikmat yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, air juga dibutuhkan untuk mengairi sawah dan ladang serta memelihara ternak.

Ketika hujan tidak kunjung turun, dampaknya dapat meluas, mulai dari mengeringnya tanah dan berkurangnya sumber air hingga ancaman terhadap hasil pertanian serta kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut hendaknya mendorong umat Islam untuk memperbanyak istigfar, memohon ampunan kepada Allah SWT, serta memperbaiki perilaku dan hubungan sosial.

TGH Munajib juga mengutip Surah Nuh ayat 10–12 yang menjelaskan seruan Nabi Nuh AS kepada kaumnya agar memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam ayat tersebut, istigfar dikaitkan dengan harapan turunnya hujan, bertambahnya rezeki, serta hadirnya keberkahan dalam kehidupan.

Ia menegaskan bahwa Shalat Istisqa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud kerendahan hati dan pengakuan manusia atas keterbatasannya serta kebutuhan terhadap pertolongan Allah SWT.

Meski demikian, upaya menghadapi kekeringan tidak cukup hanya dengan berdoa. Jamaah juga diajak meningkatkan kualitas ibadah, menjaga shalat lima waktu, memperbanyak istigfar dan sedekah, mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kekurangan air.

Selain ikhtiar spiritual, TGH Munajib mengingatkan pentingnya tindakan nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan. Masyarakat diharapkan melindungi sumber mata air, menghemat penggunaan air, serta menghindari tindakan yang dapat merusak alam.

Dalam doa yang dipanjatkan, jamaah memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan, atau ghaytsan mughītsan. Hujan tersebut diharapkan dapat menyuburkan tanah yang mengering dan membantu mengatasi kekurangan air bersih di berbagai wilayah NTB.

Khotbah tersebut juga menekankan pentingnya solidaritas sosial untuk membantu warga terdampak kekeringan di sembilan kabupaten/kota di NTB. Dukungan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dinilai penting agar dampak kekeringan dapat dihadapi bersama.

Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa ini, Pemprov NTB bersama masyarakat berharap hujan segera turun dan membawa manfaat bagi kehidupan. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menghadapi kekeringan membutuhkan keseimbangan antara ikhtiar spiritual, pelestarian lingkungan, penggunaan air secara bijaksana, dan kepedulian terhadap sesama.