SUMBAWA – Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan sangat tinggi kembali memicu bencana banjir di wilayah timur Kabupaten Sumbawa. Pada Sabtu (07/02), empat desa di Kecamatan Empang dilaporkan terendam banjir luapan sungai dan limpasan air bukit, dengan ketinggian air mencapai puncaknya hingga 1 meter.
Desa-desa yang terdampak meliputi Desa Pamanto, Desa Lamenta, Desa Bunga Eja, dan Dusun Lagenti di Desa Empang Bawah. Meski kerusakan materiil cukup luas, otoritas setempat mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Kronologi: Dari Limpasan Bukit Hingga Luapan Sungai
Bencana banjir terjadi secara berantai mulai sore hari dengan rincian waktu sebagai berikut:
Pukul 15.00 - 15.20 WITA: Hujan deras mulai mengguyur Desa Pamanto. Dalam waktu singkat, debit air dari perbukitan di sekitar pemukiman turun dan merendam rumah warga setinggi 50 cm.
Pukul 16.00 - 17.00 WITA: Hujan meluas ke wilayah Desa Lamenta dan Empang Bawah. Aliran sungai di Dusun Lagenti meluap akibat tidak mampu menampung volume air, merendam rumah warga sekitar 50 cm.
Pukul 17.20 WITA: Meskipun hujan mulai reda, kondisi di Desa Lamenta justru memburuk. Air menggenangi jalan raya utama dan pemukiman dengan ketinggian mencapai 1 meter.
Tingginya genangan air di Desa Lamenta mengakibatkan lumpuhnya urat nadi transportasi di wilayah tersebut. Kemacetan panjang hingga 1 kilometer dilaporkan terjadi karena kendaraan tidak dapat melintasi jalan raya utama yang terendam air setinggi 1 meter.
Memasuki pukul 18.00 WITA, air yang merendam pemukiman mulai menunjukkan tren surut secara bertahap. Warga di beberapa titik terdampak telah kembali ke kediaman masing-masing untuk mulai membersihkan sisa lumpur dan material banjir.
Aparat desa setempat saat ini masih melakukan pendataan mendetail terkait kerugian materiil, termasuk kerusakan perabotan rumah tangga dan potensi kerusakan lahan pertanian warga.
Catatan Mitigasi: Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sumbawa. Intensitas hujan yang tinggi sewaktu-waktu dapat kembali memicu banjir kiriman dari area perbukitan yang minim daerah resapan.
