LOMBOK BARAT – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Barat selama dua hari terakhir mengakibatkan kerusakan infrastruktur serius di Kecamatan Sekotong. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan oleh jajaran Forkopimcam pada Kamis (22/01), sejumlah desa melaporkan adanya jembatan putus, jalan longsor, hingga fasilitas pendidikan yang terendam banjir.
Pengecekan ini dipimpin langsung oleh Camat Sekotong Andi Purnawan, Danramil Kapten Inf. Muhadi, serta Kapolsek IPTU I Ketut Suriarta guna memetakan prioritas penanganan pascabencana.
Salah satu dampak paling krusial ditemukan di Desa Buwun Mas, di mana jembatan dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga memutus akses jalan menuju lokasi pembuangan limbah kesehatan. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya kelancaran distribusi limbah medis untuk keamanan lingkungan. Selain itu, satu unit gedung Sekolah Dasar (SD) di desa setempat juga dilaporkan sempat terendam air.
Di Desa Taman Baru, jalur penghubung strategis menuju Desa Buwun Mas juga mengalami longsor pada sebagian badan jalan. Meski saat ini masih dapat dilalui kendaraan dengan ekstra waspada, kondisi tanah yang labil dikhawatirkan akan memicu longsor susulan jika hujan kembali turun.
Banjir Rob dan Abrasi Sungai
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di wilayah pesisir dan bantaran sungai:
Desa Pelangan: Mengalami banjir setinggi 20 cm akibat fenomena banjir rob (air laut pasang). Aliran air dari pegunungan tidak dapat mengalir langsung ke laut, sehingga merendam area pemukiman.
Desa Sekotong Tengah: Luapan Sungai Cenok mengakibatkan abrasi dan kerusakan rumah warga. Di Dusun Loang Batu Utara, satu unit tiang listrik juga dilaporkan tumbang akibat terjangan angin.
Desa Cendi Manik: Genangan air setinggi 10 cm menutup jalan lintas Lembar-Sekotong sepanjang 1 kilometer, yang dipicu oleh luapan sungai kecil dari arah perbukitan.
Meski mengalami kerusakan infrastruktur di berbagai titik, Forkopimcam memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian ini. Hingga pukul 15.00 WITA, sebagian besar genangan air di titik-titik banjir dilaporkan telah surut, dan warga mulai beraktivitas kembali secara normal.
"Secara keseluruhan, situasi pasca-cuaca ekstrem di wilayah Sekotong masih dalam keadaan aman dan kondusif. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak," ujar pihak Forkopimcam di sela-sela peninjauan.
