Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Dukung Rekonstruksi Gaza, Indonesia Putuskan Ikut Beri Kontribusi Sukarela di Dewan Perdamaian

Dukung Rekonstruksi Gaza, Indonesia Putuskan Ikut Beri Kontribusi Sukarela di Dewan Perdamaian

JAKARTA – Pemerintah Indonesia memastikan akan ikut serta memberikan kontribusi dana bagi Dewan Perdamaian (Board of Peace), sebuah organisasi internasional yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini diambil sebagai langkah nyata untuk mendukung penyelesaian konflik serta proses rekonstruksi di wilayah Gaza, Palestina.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menjelaskan bahwa partisipasi dana ini bersifat sukarela dan bukan merupakan kewajiban iuran keanggotaan (membership fee). Pernyataan tersebut disampaikan usai menggelar rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

"Bapak Presiden telah memutuskan untuk ikut berpartisipasi. Dana ini nantinya akan diarahkan untuk membantu situasi di Gaza dan upaya pembangunan kembali wilayah yang terdampak konflik," ujar Menlu Sugiono, Selasa (27/1/2026).

Status Keanggotaan Permanen

Menlu Sugiono mengklarifikasi bahwa setiap negara yang diundang secara otomatis memiliki hak menjadi anggota selama tiga tahun. Namun, negara-negara yang memberikan kontribusi dana sebesar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp16,7 triliun) akan mendapatkan status sebagai anggota tetap (permanen) di dewan tersebut.

Indonesia sendiri memandang keterlibatan di Dewan Perdamaian sebagai posisi strategis. Dengan menjadi bagian dari organisasi tersebut, Indonesia dapat lebih aktif menyuarakan kemerdekaan Palestina serta mengawal terciptanya solusi dua negara (two-state solution) yang berkeadilan.

Fokus pada Misi Kemanusiaan

Keterlibatan Indonesia dalam pendanaan ini juga menjawab tantangan mengenai sumber dana untuk pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di Gaza. Indonesia berkomitmen agar setiap langkah yang diambil oleh Dewan Perdamaian tetap berada pada jalur diplomasi perdamaian yang berkelanjutan.

"Ini adalah langkah konkret. Kita harus berada di sana untuk memberikan pengaruh politik agar visi perdamaian benar-benar terwujud dan menguntungkan rakyat Palestina," tambah Sugiono.

Resminya Indonesia bergabung dengan organisasi ini ditandai dengan penandatanganan piagam pembentukan oleh Presiden Prabowo Subianto di sela-sela acara World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pekan lalu.