WOHA – Menanggapi maraknya pergeseran nilai moral dan sosial di kalangan generasi muda, Forum Umat Islam (FUI) Bima Raya menginisiasi pertemuan akbar "Mbolo To'i Ulama Ro Ama Rasa" se-Kecamatan Woha. Bertempat di Aula Masjid Agung Kabupaten Bima, Kamis (12/02), acara yang mengusung tema "Kembali Mbojo Mantoi" ini bertujuan mengembalikan kultur budaya Bima yang agamais dan religius.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bima dr. Irfan Zubaidy, jajaran Muspika Kecamatan Woha, MUI Kabupaten Bima, serta para pimpinan pondok pesantren terkemuka di wilayah Bima Raya.
Ketua FUI Bima Raya, Ust. Asikin Mansyur, menjelaskan bahwa tema "Kembali Mbojo Mantoi" (Kembali ke Bima yang Dulu) dipilih sebagai seruan keprihatinan atas maraknya penyimpangan sosial. Ia mengajak segenap lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar yang mulai kehilangan jati diri religiusnya.
"Kita melihat banyak sekali pergeseran nilai moral pada anak muda. Melalui forum ini, kami mengajak ulama dan pemerintah untuk bersinergi mengembalikan identitas masyarakat Bima yang kuat dengan akar agama dan budaya luhur," ungkap Ust. Asikin.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Bima dr. Irfan Zubaidy menekankan bahwa martabat Kabupaten Bima sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Ia menitipkan pesan agar para tokoh agama terus membimbing generasi muda menuju arah yang lebih baik.
Perang Terhadap Narkoba dan Miras
Ketua MUI Kabupaten Bima, Drs. H. Imran A. Bakar, M.Si, secara spesifik menyoroti ancaman narkoba dan minuman keras yang kini mengincar anak-anak muda. Menurutnya, pengawasan intensif dari orang tua dan penanaman nilai agama secara mendalam adalah benteng utama pencegahan kriminalitas.
"FUI dan MUI juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada TNI atas langkah tegas mereka dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bima," tambah H. Imran.
Danramil 1608-04/Woha, Kapten Inf. Ibrahim, menegaskan bahwa tugas TNI tidak hanya terbatas pada kedaulatan wilayah, tetapi juga mencakup keselamatan bangsa dari ancaman moral. Melalui semangat "NTB Merah Putih", TNI berkomitmen membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan dan berkarakter unggul.
"Kodim 1608/Bima akan senantiasa berdiri di depan untuk memberantas peredaran narkoba dan tindak kriminal. Kami mendukung penuh stabilitas negara dan pembangunan bangsa, termasuk dalam menjaga moralitas generasi penerus," tegas Kapten Ibrahim.
