TALIWANG – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 di Alun-Alun Kota Taliwang, Jumat (13/02). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan yang diikuti sekitar 250 warga ini merupakan bagian dari aksi nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia guna menekan laju inflasi pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan KSB, Hj. Nurul Syaspri Akhdiyanti, S.P., M.P., menegaskan bahwa GPM bukan sekadar seremoni. Program ini dirancang sebagai instrumen untuk menjamin ketersediaan bahan pokok saat stok di pasaran mulai terbatas, sekaligus memberikan akses pasar bagi produsen lokal.
"Selain menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau, momentum ini kami gunakan untuk memberdayakan petani lokal di Sumbawa Barat dengan memberikan mereka ruang distribusi dan akses pasar yang lebih luas," ungkap Hj. Nurul dalam laporannya.
Target 24 Lokasi di Seluruh Wilayah KSB
Wakil Bupati Sumbawa Barat, mewakili Bupati, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa peluncuran di Kecamatan Taliwang hari ini adalah titik awal dari rangkaian program yang akan menyasar seluruh wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat.
"Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan sebanyak 24 kali, tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Kami ingin memastikan manfaat pangan murah ini dirasakan merata oleh seluruh masyarakat," jelas Wakil Bupati.
Melalui sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan dan mitra terkait, GPM diharapkan menjadi benteng pertahanan ekonomi masyarakat KSB di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok secara nasional.
