PUJUT – PT Pertamina Persero melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Manager BIL memperkuat komitmen pelestarian lingkungan di wilayah lingkar bandara. Bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Lestari, Pertamina melakukan penanaman simbolis 555 bibit pohon di kawasan Ecowisata Gunung Bongak, Desa Tumpak, Rabu (11/02).
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif penghijauan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekologi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Pjs AFT Manager BIL, M. Rizki H., menyampaikan bahwa aksi ini merupakan kelanjutan dari program besar Pertamina yang sebelumnya telah menanam 5.000 pohon di area Bandara Internasional Lombok. Fokus perusahaan pada tahun 2024–2026 adalah mewujudkan keberlanjutan lingkungan yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Kolaborasi dengan KTH Alam Lestari bertujuan mewujudkan paru-paru dunia di Lombok Tengah. Kami tidak hanya menanam, tetapi memastikan adanya inisiatif pemberdayaan yang mampu menjaga ekosistem ini secara jangka panjang," ujar M. Rizki.
Gawah Bonga: Model Pembangunan Terpadu 96 Hektar
Gunung Bongak, atau yang dikenal dengan sebutan Gawah Bonga, telah berkembang menjadi model pembangunan terpadu sejak 2022. Ketua Poktan Bina Lestari, Bapak Burhan, menjelaskan bahwa wilayah seluas 96 hektar ini dikelola dengan sistem Agrosilvopastura—sebuah integrasi harmonis antara kehutanan, pertanian, dan peternakan.
Empat pilar utama pengembangan Gawah Bonga meliputi:
Ekologi: Penanaman 63.000 pohon dan pengelolaan sampah organik menjadi maggot untuk pakan ternak dan pupuk alami.
Ekonomi: Pembinaan 120 kepala keluarga di sektor peternakan dan 40 pelaku UMKM lokal yang mandiri.
Edukasi: Penyiapan generasi muda melalui penguasaan bahasa asing (Inggris & Prancis) serta kurikulum sains alam dan teknologi.
Ekowisata: Menarik rata-rata 800 kunjungan wisatawan mancanegara per tahun, khususnya dari Prancis, yang terlibat sebagai relawan pengajar.
Hingga awal 2026, Gawah Bonga telah bertransformasi menjadi Kampung Energi Berdikari dengan dukungan infrastruktur panel surya berkapasitas 20.000 watt. Selain itu, program ini telah memberikan beasiswa pendidikan Pertanian Regeneratif (Organik dan Hidroponik) kepada anak-anak petani setempat guna memastikan keberlanjutan regenerasi petani modern.
Penanaman bibit pohon oleh Pertamina ini diharapkan menjadi stimulan bagi penguatan sabuk hijau di Lombok Tengah, sekaligus mengukuhkan Gunung Bongak sebagai destinasi ekowisata edukatif yang diakui dunia internasional.
