Hot Posts

6/recent/ticker-posts

LSM Laskar Semeton Sasak Pertanyakan Kualitas Proyek Jalan Sekotong, PUPR Lobar: Terkendala Cuaca dan Kelangkaan Aspal

LSM Laskar Semeton Sasak Pertanyakan Kualitas Proyek Jalan Sekotong, PUPR Lobar: Terkendala Cuaca dan Kelangkaan Aspal

GERUNGDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Barat menerima audiensi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Semeton Sasak guna membahas persoalan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Sekotong. Pertemuan yang berlangsung di Aula Excavator Dinas PUPR, Rabu (29/4/2026), fokus menyoroti kualitas dan progres pengerjaan jalan yang menghubungkan Desa Lendang Re dan Desa Kedaro.

Ketua LSM Laskar Semeton Sasak, Maisun, bersama jajaran pengurusnya menyampaikan keresahan masyarakat terkait proyek jalan yang dinilai belum tuntas namun sudah mengalami kerusakan di beberapa titik.

Kritik Kualitas dan Transparansi Proyek

Penasehat Laskar Semeton Sasak, Adnan, mempertanyakan durasi pengerjaan, besaran anggaran, serta transparansi informasi publik di lokasi proyek. Ia menyayangkan kondisi fisik jalan yang sudah rusak meski proses pengerjaan belum sepenuhnya rampung.

"Kami menerima banyak keluhan warga mengenai pengerjaan jalan Lendang Re-Kedaro. Belum jadi tapi sudah rusak, apakah ini faktor alam atau memang kualitas anggaran yang minim? Kami butuh kejelasan agar bisa memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tegas Adnan.

Senada dengan itu, Ketua DPD Laskar Semeton Sasak Lobar, Hariyanto, menambahkan bahwa kondisi jalan yang berlubang sangat membahayakan pengendara. Ia mendesak Dinas PUPR untuk segera melakukan langkah perawatan guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

Faktor Cuaca Ekstrem dan Situasi Global

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Dinas PUPR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, memberikan penjelasan komprehensif. Ia memaparkan bahwa proyek jalan tersebut mulai dikerjakan sejak akhir Oktober 2025 menggunakan dana APBD. Meski sempat menunjukkan progres cepat di dua bulan pertama, kendala cuaca ekstrem menghambat penyelesaian di akhir tahun.

"Memasuki akhir Desember, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa ruas jalan di Sekotong amblas dan pengerjaan tergerus air. Kami sempat menghentikan aktivitas selama satu bulan lebih karena kondisi tanah yang tidak stabil akibat cuaca," jelas Lalu Ratnawi.

Selain faktor alam, Ratnawi mengungkapkan adanya kendala pada ketersediaan material aspal yang saat ini sedang mengalami kelangkaan akibat situasi global. Hal inilah yang menyebabkan pengaspalan atau pengerapian jalan menjadi tertunda.

Komitmen Perbaikan dan Tanggung Jawab

Pihak PUPR menegaskan tidak akan lepas tangan terhadap persoalan ini. Proyek yang seharusnya berakhir pada 29 Desember tersebut kini telah diperpanjang masa pengerjaannya. Terkait transparansi, Dinas PUPR melalui Bidang Bina Marga akan memastikan pemasangan papan proyek agar masyarakat mengetahui rincian anggarannya.

"Kami tidak akan lari dari tanggung jawab. Kelangkaan aspal adalah tantangan kami saat ini, namun koordinasi terus kami lakukan. Masukan dari teman-teman Laskar Semeton Sasak merupakan atensi berharga bagi kami untuk segera menuntaskan pengerjaan ini demi kepentingan masyarakat Sekotong," tutup Ratnawi.