PRINGGABAYA – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar kegiatan Pasar Rakyat di Kantor Camat Pringgabaya, Rabu (11/02). Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pasar guna menekan lonjakan harga bahan pokok yang cenderung naik signifikan saat memasuki bulan puasa.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal dan Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, serta didukung oleh PT ASDP Kayangan dan berbagai tokoh masyarakat setempat.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat saat permintaan bahan pokok meningkat tajam. Selain pasar murah, Gubernur mengumumkan program ketahanan pangan strategis bagi wilayah Pringgabaya.
"Pemerintah provinsi telah menyiapkan program ketahanan pangan sebanyak 300 paket yang akan disebar di 300 titik di Kecamatan Pringgabaya. Ini merupakan upaya simultan agar tercipta kemandirian pangan di tingkat desa," ungkap Gubernur Iqbal.
Bantuan UMKM Rp20 Miliar untuk Penguatan Ekonomi
Senada dengan Gubernur, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyoroti penguatan ekonomi di sektor mikro. Hingga saat ini, Pemkab Lotim telah menyalurkan bantuan modal gratis kepada 23.000 pelaku UMKM dengan total anggaran mencapai Rp20 miliar.
Merespons adanya kendala teknis dalam penyaluran, Bupati meminta masyarakat tidak perlu khawatir. "Jika ada kendala perbankan, selama sudah terdaftar dan terverifikasi, masyarakat bisa melaporkan langsung ke BRI Cabang Selong untuk segera ditindaklanjuti," jelas Bupati.
| Jenis Bantuan / Program | Cakupan Sasaran | Alokasi Anggaran / Volume |
| Pasar Murah Rakyat | Warga Kec. Pringgabaya | Harga di bawah pasar |
| Modal Gratis UMKM | 23.000 Pelaku Usaha | Rp20 Miliar |
| Program Pangan Desa | 300 Titik di Pringgabaya | 300 Paket Ketahanan Pangan |
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini disambut antusias oleh sekitar 200 warga yang hadir. Melalui sinergi antara bantuan modal usaha dan ketersediaan pangan murah, pemerintah berharap stabilitas ekonomi masyarakat Lombok Timur tetap terjaga selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan tahun 2026 ini.
