Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Musda II DMI Kota Mataram: Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Ekonomi untuk Kemandirian Masjid

Musda II DMI Kota Mataram: Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Ekonomi untuk Kemandirian Masjid

MATARAMDewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Mataram resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di Hotel Lombok Raya, Sabtu (14/02). Pertemuan strategis ini mengusung tema besar mengenai optimalisasi peran DMI melalui Digitalisasi dan Pemberdayaan Ekonomi Umat guna mewujudkan masjid yang tidak hanya makmur secara ibadah, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Mataram, tokoh lintas ormas Islam (NU, NW, NWDI, dan Muhammadiyah), serta dibuka secara resmi oleh Asisten I Pemkot Mataram mewakili Walikota Mataram.

Masjid sebagai Pusat Peradaban dan Ekonomi di "Kota Seribu Masjid"

Ketua Umum Pengurus Daerah (PD) DMI Kota Mataram, H. Didi Sumardi, S.H., menekankan bahwa di era modern ini, fungsi masjid harus diperluas. Masjid tidak lagi sekadar tempat ibadah fisik, melainkan pusat pembinaan akhlak, pendidikan, dan wadah persatuan yang responsif terhadap perkembangan zaman.

"Dewan Masjid memiliki peran strategis dalam mendukung masyarakat yang religius dan berdaya saing. Musda II ini adalah momentum evaluasi agar DMI Kota Mataram semakin profesional dan mampu menjadikan masjid sebagai motor penggerak ekonomi umat," ungkap H. Didi Sumardi.

Tagline "Dari Masjid untuk Perubahan": Fokus pada Inovasi Pemuda

Ketua Umum PW DMI Provinsi NTB, Drs. H. Muzihir, dalam arahannya menggarisbawahi pentingnya peran generasi muda dan manajemen masjid yang profesional. Dengan tagline "Dari Masjid untuk Perubahan yang Lebih Baik", DMI mendorong agar pengelolaan masjid di Kota Mataram menyentuh aspek-aspek fungsional seperti perbaikan manajemen sound system hingga pemberdayaan ekonomi pemuda masjid.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam sambutan tersebut meliputi:

Manajemen Profesional: Pengelolaan operasional masjid yang transparan dan tertib administrasi.

Kemandirian Finansial: Mendorong masjid untuk memotivasi ekonomi umat agar tidak hanya bergantung pada sumbangan, tetapi memiliki unit usaha mandiri.

Inovasi Digital: Memperkenalkan inisiatif baru yang relevan dengan kebutuhan pemuda dan perkembangan teknologi informasi saat ini.

Sinergi Pemerintah dan Organisasi Keagamaan

Pemerintah Kota Mataram menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan kepengurusan DMI yang baru. Sinergi ini mencakup dukungan terhadap program-program keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang bertujuan menjaga harmoni di tengah keberagaman Kota Mataram.

Musda II ini diharapkan menghasilkan struktur kepengurusan periode 2026-2031 yang solid dan mampu mengakselerasi program-program pemberdayaan umat melalui potensi besar yang dimiliki oleh "Kota Seribu Masjid" ini.