Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Wamen PKP Fahri Hamzah Resmikan Proyek DAK PPKT Dompu, Dorong Transformasi Kampung Nelayan Pesisir

Wamen PKP Fahri Hamzah Resmikan Proyek DAK PPKT Dompu, Dorong Transformasi Kampung Nelayan Pesisir

DOMPU — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, melakukan kunjungan kerja ke wilayah pesisir Kabupaten Dompu untuk meresmikan penuntasan proyek infrastruktur kerakyatan. Bertempat di Kawasan Dorokarama II, Desa Soro, Kecamatan Kempo, Senin (15/6/2026) pagi, ia meresmikan rampungnya proyek Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) Segmen 1. Langkah ini menandai transformasi total kawasan pesisir Teluk Saleh yang semula kumuh menjadi klaster hunian yang tertata, bersih, dan sehat. 

Sinergi Pusat-Daerah Tingkatkan Derajat Hidup Petani dan Nelayan

Dalam laporan resminya, Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., menyampaikan bahwa program penataan kawasan terpadu ini merupakan komitmen nyata eksekutif dalam menyediakan infrastruktur dasar yang layak huni bagi masyarakat kecil. Integrasi pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui DAK terbukti mampu mengubah wajah pedesaan di Kecamatan Kempo.

"Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Kementerian PKP. Hasil pembangunan ini tidak hanya memperbaiki estetika lingkungan, melainkan langsung mendongkrak derajat dan kualitas hidup warga di Desa Soro. Kami berharap masyarakat merawat fasilitas ini agar asas manfaatnya berjalan secara berkelanjutan," ujar Bambang Firdaus.

Dukungan serupa diapresiasi oleh Asisten II Setda NTB, H. Lalu M. Faozal. Mewakili Penjabat Gubernur, ia menekankan bahwa keberhasilan penataan fisik ini harus dijadikan batu loncatan bagi pertumbuhan ekonomi mikro. Otoritas provinsi menantang warga Kecamatan Kempo untuk menjadikan kawasan Dorokarama II sebagai pelopor lingkungan pesisir yang tertib dan produktif di Pulau Sumbawa.

Fahri Hamzah Beberkan Cetak Biru Transformasi Nasional Era Prabowo

Usai menyerahkan sertifikat hunian dan kunci bangunan secara simbolis kepada perwakilan warga, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menyampaikan pidato kebangsaan mengenai visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pria kelahiran Utan, Sumbawa ini menegaskan bahwa penataan permukiman di Desa Soro merupakan potret kecil dari transformasi makro nasional yang sedang digulirkan pusat.

Fahri menggarisbawahi pentingnya posisi strategis masyarakat pesisir di lingkar Teluk Saleh sebagai pemasok utama kebutuhan protein dan penopang ketahanan pangan nasional.

"Presiden Prabowo Subianto berpikir secara transformasional, bukan sekadar perubahan skala kecil. Kita harus melakukan lompatan besar seperti Tiongkok yang mampu mengentaskan kemiskinan massal dalam satu generasi. Transformasi hunian ini berjalan beriringan dengan pilar prioritas lainnya, seperti Program Makan Bergizi Gratis untuk perbaikan gizi anak, pemerataan kualitas teknologi pendidikan di desa, serta penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Merah Putih," papar Fahri Hamzah.

Bidik Sektor Wisata Bahari Berbasis Masyarakat

Lebih lanjut, Wamen PKP mendorong Pemerintah Kabupaten Dompu untuk mengintegrasikan infrastruktur baru ini dengan sektor pariwisata daerah. Mengingat letak geografisnya yang strategis di dekat lingkar Gunung Tambora dan kawasan Samota, perumahan nelayan di Desa Soro sangat potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata bahari berbasis komunitas.

"Kawasan yang sudah tertata rapi ini jangan dibiarkan pasif. Rumah-rumah yang diperbaiki bisa disiapkan menjadi homestay bagi pelancong, kuliner hasil laut lokal dikemas lebih menarik, dan potensi wisatanya dipromosikan luas. Ingat ayat Al-Qur'an, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tidak bergerak mengubahnya sendiri. Penataan ini adalah awal dari perubahan besar ekonomi Dompu," tegas Wamen PKP.