LOMBOK BARAT – Komitmen internasional terhadap pemberdayaan perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin diperkuat dengan kunjungan kerja Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Mr. Randeep Singh Sarai, ke Center Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) NTB di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Sabtu (10/01).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung program pemberdayaan dan berdialog dengan para perempuan kepala keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi di berbagai kabupaten di NTB, termasuk Bima, Dompu, Lombok Utara, dan Lombok Barat.
Dalam kunjungannya, Mr. Randeep Singh Sarai menyatakan kekagumannya atas ketangguhan para ibu yang tergabung dalam komunitas PEKKA. Ia menegaskan bahwa Kanada menaruh perhatian besar pada investasi sosial yang menyasar penguatan hak-hak perempuan.
"Kami sangat menghargai perjuangan ibu-ibu di sini. Kanada percaya bahwa perempuan memiliki kemampuan besar untuk membesarkan perekonomian. Kami mengapresiasi dedikasi yang telah dilakukan dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan kami akan terus melanjutkan kerja sama dengan PEKKA NTB," ujar Mr. Sarai dalam sambutannya.
Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, beserta jajaran diplomat Kedutaan Besar Kanada turut hadir mendampingi kunjungan yang disambut hangat dengan tarian tradisional Hadrah tersebut.
PEKKA: Dari Kelompok yang Terpinggirkan Menjadi Pemimpin Komunitas
Ketua PEKKA NTB, Hj. Romlawati, menjelaskan bahwa organisasi ini menaungi sekitar 100.000 perempuan se-NTB yang berstatus kepala keluarga karena perceraian maupun pasangan yang meninggal dunia. "Tujuan kami adalah melindungi hak perempuan dan menjadikan mereka tulang punggung keluarga yang mandiri," jelasnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan perempuan berbagi kisah inspiratif:
a. Perwakilan Bima: Mengisahkan keberhasilan mereka membentuk bank sampah kelompok yang kini menjadi sumber penghasilan tambahan dan membuat mereka dilibatkan sebagai narasumber dalam forum pemerintahan.
b. Perwakilan Lombok Utara: Menceritakan bagaimana komunitas PEKKA menjadi ruang bagi para penyintas gempa untuk saling merangkul, bangkit dari keterpurukan, dan membantu pemerintah dalam penyaluran bantuan.
c. Solidaritas Perempuan: Menekankan peran pendampingan yang membuat perempuan petani dan nelayan kini berani menyuarakan hak-hak mereka di tingkat internasional.
Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Barat, Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan menteri negara G7 tersebut ke wilayahnya. Ia berkomitmen bahwa TP PKK akan membantu memasarkan produk-produk hasil karya ibu-ibu PEKKA.
"Kunjungan ini memberikan semangat luar biasa bagi para ibu untuk terus menciptakan ekonomi keluarga yang kuat," kata Hj. Ayu Indra.
Di akhir rangkaian acara, rombongan kementerian Kanada meninjau pasar lokal yang memamerkan produk unggulan PEKKA, mulai dari kain tenun tradisional, aneka jajanan khas, hingga madu murni hasil petani lokal Desa Karang Bayan.
