BIMA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, memicu banjir bandang di Dusun Rada, Desa Rada, Sabtu (10/01). Luapan air yang membawa material lumpur dan sampah merendam pemukiman warga, lahan pertanian, hingga fasilitas pendidikan.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sekitar 60 rumah warga dilaporkan terdampak oleh material sisa banjir.
Kronologi: Tanggul Sungai Tak Mampu Tahan Debit Air
Cuaca ekstrem mulai melanda wilayah Kecamatan Bolo sejak pukul 12.15 WITA. Hanya dalam waktu satu jam, debit air dari arah pegunungan meningkat drastis hingga menyebabkan tanggul sungai di Dusun Rada tidak mampu menahan tekanan air.
Air setinggi kurang lebih 30 sentimeter meluap dengan cepat ke badan jalan raya dan masuk ke pemukiman warga pada pukul 13.00 WITA. "Air mengalir sangat deras dari arah gunung, menyebabkan tanggul sungai jebol dan meluap ke rumah-rumah warga serta area persawahan," lapor petugas di lapangan.
Banjir kali ini menyisakan endapan lumpur yang cukup tebal di area pemukiman dan sekolah. Salah satu fasilitas umum yang terdampak signifikan adalah SDN Inpres Rada.
Sebagai langkah tanggap darurat, Babinsa Desa Rada, Sertu Firmansyah, bersama warga langsung melakukan upaya pembersihan darurat pada area jalan raya dan ruangan kelas agar aktivitas pendidikan tidak terganggu terlalu lama.
Drainase Tersumbat Perparah Keadaan
Selain faktor jebolnya tanggul, tersumbatnya saluran drainase dan parit oleh sampah diduga menjadi pemicu meluapnya air pegunungan ke area rumah warga. Hal ini memperburuk kondisi genangan karena aliran air yang seharusnya masuk ke selokan justru meluber ke badan jalan raya.
Situasi di Desa Rada terpantau mulai kondusif setelah hujan reda pada pukul 14.40 WITA. Air dilaporkan surut total pada pukul 14.55 WITA, meninggalkan pekerjaan rumah bagi warga untuk membersihkan sisa-sisa material banjir.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak kerusakan lahan pertanian dan kerugian material lainnya.
