SEKOTONG – Akses transportasi di wilayah selatan Kabupaten Lombok Barat kembali terhambat. Pada Selasa pagi (24/02), jalan primer yang menghubungkan Desa Buwun Mas dan Desa Sekotong, tepatnya di Dusun Tibu Lisung, dilaporkan amblas akibat tanah longsor. Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dengan durasi lama yang mengguyur wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.
Kondisi jalan yang amblas pertama kali ditemukan oleh seorang warga pada pukul 08.30 WITA saat hendak menuju pasar. Mengetahui separuh badan jalan telah hilang terbawa longsor, warga tersebut segera memberikan peringatan kepada penduduk sekitar dan pengguna jalan lainnya agar berhati-hati.
Saat ini, jalur tersebut dilaporkan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dengan tingkat risiko tinggi. Kendaraan roda empat atau lebih sama sekali tidak dapat melintas karena struktur aspal yang menggantung dan labil.
Penyebab dan Dampak Situasi
Berdasarkan pengamatan di lokasi, bencana ini disebabkan oleh dua faktor utama:
- Faktor Cuaca: Curah hujan ekstrim yang menjenuhkan pori-pori tanah dalam waktu lama.
- Geologi: Kontur tanah di Dusun Tibu Lisung yang memang rentan terhadap pergeseran (longsor) saat terjadi peningkatan debit air tanah.
Meskipun tidak terdapat korban jiwa (Nihil) dalam kejadian ini, kerugian materiil berupa putusnya akses jalan primer sangat berdampak pada stabilitas ekonomi warga. Jalur ini merupakan urat nadi utama bagi masyarakat Buwun Mas untuk mendistribusikan hasil bumi dan memenuhi kebutuhan logistik harian ke pusat Kecamatan Sekotong.
Kebutuhan Mendesak dan Harapan Warga
Masyarakat setempat kini mengimbau agar pengguna jalan mencari jalur alternatif sementara sembari menunggu penanganan dari instansi terkait. Perangkat desa dan warga mengharapkan respon cepat dari pemerintah daerah untuk:
- Pembuatan Jalur Alternatif: Membuka akses baru agar mobilitas logistik masyarakat tidak mati total.
- Penanganan Darurat: Menutup atau memberikan penguatan pada titik longsoran guna mencegah pengikisan badan jalan yang lebih luas.
- Pemasangan Tanda Bahaya: Memberikan penerangan dan rambu peringatan yang jelas, terutama bagi warga yang melintas di malam hari.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga di sekitar lokasi untuk membantu mengarahkan pengendara roda dua yang masih nekat melintas demi pemenuhan kebutuhan pokok harian.
