MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si., mendorong para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat kedaulatan ekonomi daerah. Hal tersebut ditegaskannya dalam Forum Bisnis Daerah BPD HIPMI NTB bertajuk "NTB Mendunia: Mengangkat Potensi Daerah ke Panggung Nasional" di Hotel Prime Plaza Mataram, Selasa (12/5/2026).
Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menyoroti ketimpangan pasokan komoditas pangan di NTB, khususnya telur. Saat ini, NTB baru mampu memenuhi kebutuhan telur secara mandiri sekitar 30 persen, sementara 70 persen sisanya masih bergantung pada pasokan luar daerah.
"Ini adalah peluang bisnis yang nyata. Pemerintah Provinsi sedang mempercepat pengembangan komoditas ini, dan saya berharap pengusaha muda NTB yang mengambil peran tersebut, bukan hanya menjadi penonton," ujar Lalu Iqbal.
Selain itu, Gubernur membawa kabar baik mengenai akses permodalan. Per 1 Maret 2026, Bank NTB Syariah kembali diizinkan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah vakum selama 14 tahun. Dengan realisasi awal mencapai Rp35 miliar, para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan instrumen ini untuk ekspansi bisnis.
Konsolidasi Nasional dan Optimisme Global
Di tengah dinamika kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Iqbal meminta HIPMI untuk tetap solid dan tidak skeptis. Ia menilai kebijakan pusat merupakan bagian dari konsolidasi untuk memperkuat ketahanan negara menghadapi ketidakpastian global.
"Negara yang kuat adalah negara yang solid dari atas hingga bawah. Lembaga seperti HIPMI dan Kadin harus sejalan dengan arah pembangunan nasional agar kita memiliki ketahanan ekonomi yang tangguh," tambahnya.
Senada dengan Gubernur, Caketum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo, memotivasi kader HIPMI NTB untuk menjadikan program-program Pemerintah Provinsi sebagai core business yang berkelanjutan. Inovasi dan kolaborasi dianggap sebagai kunci untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Umum DPD HIPMI NTB, Ismed Faturrahman Maulana, menekankan pentingnya sikap adaptif bagi para pengusaha di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu. Ia memastikan bahwa HIPMI NTB siap mengawal program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha lokal.
"Kita harus tetap survive dan mampu menciptakan celah usaha baru. Program-program pemerintah adalah stimulus yang harus kita jemput untuk menciptakan lapangan kerja baru di NTB," pungkas Ismed.
