JEREWEH — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperketat barisan dalam menekan angka penularan penyakit infeksius. Bekerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), UPTD Puskesmas Jereweh menggelar gerakan masif berupa Kampanye Tuberculosis (TBC) di Gedung Sasai Sate, Kecamatan Jereweh, Rabu (20/5/2026). Kegiatan bertajuk "Sinergi Aksi Tuntaskan TBC, Bersama Kita Wujudkan KSB Bebas Tuberculosis" ini didesain untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC di bumi Pariri Lema Bariri.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan KSB dr. Carlof, M.Mrs., Mqm., Kepala UPTD Puskesmas Jereweh Dr. Darmawansyah, Kasi Kesra Kecamatan Jereweh Muh Rosul, S.Pt., perwakilan manajemen PT AMNT Renaldi, serta puluhan kader posyandu dan Agen Gotong Royong (AGR) se-Kecamatan Jereweh.
Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, memaparkan fakta krusial bahwa gerakan penuntasan TBC ini merupakan inisiasi strategis nasional demi menyongsong target eliminasi total pada tahun 2030. Urgensi ini mengemuka mengingat posisi Indonesia yang hingga kini masih menduduki peringkat kedua dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia.
"Kita menghadapi tantangan besar. Oleh sebab itu, strategi utama ditekankan pada tiga pilar: melacak dan menemukan kasus baru di akar rumput, mengawal pengobatan secara intensif hingga tuntas, serta memutus mata rantai penularan di lingkungan padat penduduk," urai dr. Carlof.
Dinas Kesehatan akan mengintensifkan serangkaian program preventif-kuratif secara periodik, mulai dari skrining kesehatan cuma-cuma, investigasi kontak erat penderita, hingga perluasan diseminasi edukasi melalui media komunitas, senam massal, dan pemanfaatan momentum Car Free Day (CFD).
Disiplin Obat dan Stop Stigma Negatif
Lebih lanjut, dr. Carlof mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat apabila mengalami gejala batuk berkepanjangan. Ia menggarisbawahi bahwa bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat disembuhkan secara total asalkan pasien patuh mengonsumsi obat sesuai anjuran tim medis demi menghindari risiko resistensi obat (Multi-Drug Resistant).
"Kunci kesembuhan adalah disiplin tanpa putus obat. Di samping itu, dukungan psikologis dari lingkungan terdekat sangat vital. Stop stigma negatif dan diskriminasi terhadap para penyintas agar mereka tidak takut untuk berobat secara terbuka," tegas Kadis Kesehatan.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Kesra Kecamatan Jereweh, Muh Rosul, mengingatkan warga agar tetap mewaspadai fluktuasi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jereweh akhir-akhir ini. Kebersihan sanitasi lingkungan rumah dinilai menjadi benteng awal untuk meminimalkan ruang tumbuh bakteri dan virus berbahaya.
Kepala UPTD Puskesmas Jereweh, Dr. Darmawansyah, menegaskan bahwa penuntasan klaster kasus TBC tidak bisa bertumpu pada sektor kesehatan saja. Diperlukan kerja sama yang terstruktur antara otoritas kecamatan, kader posyandu, dan sektor swasta agar proses pelacakan dini berjalan optimal.
Sebagai wujud nyata kontribusi dunia usaha, tim External Relation PT AMNT menyerahkan secara simbolis paket bantuan nutrisi khusus dalam kegiatan tersebut. Stimulus asupan gizi seimbang ini dialokasikan bagi para pasien dan masyarakat yang membutuhkan guna mendongkrak sistem imunitas tubuh selama masa pemulihan medis.
