MATARAM – Ketegangan yang sempat terjadi antara warga Lingkungan Petemon, Kelurahan Pagutan Timur, dengan warga Lingkungan Presak Timur, Kelurahan Pagutan, resmi berakhir di meja mediasi. Pada Selasa siang (24/03), bertempat di Mapolsek Mataram, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perselisihan secara kekeluargaan melalui penandatanganan surat kesepakatan damai.
Mediasi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, dan dihadiri oleh sekitar 35 perwakilan warga, tokoh masyarakat, serta unsur TNI-Polri.
Perselisihan ini bermula dari insiden pengeroyokan yang terjadi pada Minggu sore (22/03) di Jalan Bung Karno, Lingkungan Petemon. Kesalahpahaman tersebut sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi massa antar kedua lingkungan yang bertetangga.
Namun, melalui pendekatan persuasif, Pihak I (korban) dan Pihak II (pelaku) sepakat untuk menempuh jalur damai tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Dalam poin utama kesepakatan tersebut, kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk tidak saling menuntut secara hukum di kemudian hari.
Peringatan Kapolsek: Waspada Provokasi Media Sosial
Kapolsek Mataram, AKP Mulyadi, dalam arahannya menekankan bahwa kesepakatan ini harus dijadikan pedoman tetap dan tidak boleh dilanggar. Ia memperingatkan bahwa segala bentuk pelanggaran terhadap poin kedamaian ini akan langsung diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Pemerintah, TNI, dan Polri hadir untuk memastikan ini adalah kejadian yang terakhir. Kami meminta Kepala Lingkungan, khususnya Lingkungan Presak Timur, untuk aktif mengantisipasi provokasi warganya, terutama di media sosial," tegas AKP Mulyadi.
Guna menjamin kondusifitas wilayah pasca-mediasi, Polsek Mataram telah berkoordinasi dengan Sat Intelkam Polresta Mataram untuk melakukan pemantauan berkelanjutan. Patroli rutin juga akan ditingkatkan di titik-titik rawan gesekan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat agar dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Pertemuan berakhir dengan suasana yang kondusif, menandai kembalinya keharmonisan hubungan antarwarga di wilayah Pagutan dan sekitarnya.
