SUMBAWA BESAR — Bupati Sumbawa, Ir. H. Sarafuddin Jarot, M.P., memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ratusan pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula H. Madelaoe ADT Kantor Bupati ini diikuti oleh sekitar 250 orang, mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, hingga Kepala Sekolah.
Acara strategis ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekda Dr. H. Budi Prasetyo, Ketua DPRD Nanang Nasirudin, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumbawa.
Dalam arahannya, Bupati Sarafuddin Jarot menekankan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan birokrasi demi memperkuat kualitas pelayanan publik. Ia mengakui adanya dinamika administrasi dan proses perizinan yang panjang sehingga pengisian jabatan, terutama pada empat OPD yang kosong, baru bisa terealisasi hari ini.
"Mutasi ini adalah yang keempat dalam masa kepemimpinan kami. Penataan organisasi ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan upaya memastikan mesin birokrasi berjalan optimal dengan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place)," tegas Bupati.
Filosofi 'Kuda' dan Budaya Ramah ASN
Bupati memberikan perumpamaan yang tajam mengenai ritme kerja organisasi. Ia mengingatkan para pejabat bahwa kecepatan sebuah instansi sangat bergantung pada elemen yang paling lambat.
"Kecepatan kereta yang ditarik beberapa kuda akan mengikuti kuda yang paling lambat. Saya minta pejabat yang dilantik hari ini menjadi kuda yang berlari kencang. Jangan menjadi penghambat yang membuat kita jalan di tempat. Kita harus bergerak cepat, bukan sekadar maraton, apalagi jalan santai," ujarnya.
Selain aspek kecepatan, Bupati juga menginstruksikan penerapan budaya ramah melalui empat pilar utama: Senyum, Salam, Maaf, dan Tolong. Ia meminta agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa disakiti oleh sikap arogan petugas saat mengakses layanan publik di kantor pemerintahan maupun fasilitas kesehatan.
Menutup sambutannya, Bupati Jarot kembali mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi negara dan pemberantasan korupsi. Ia memperingatkan dengan keras agar seluruh pejabat menghindari praktik korupsi yang dapat merusak nama baik diri sendiri maupun institusi.
"Korupsi itu pasti akan terungkap, baik saat menjabat, setelah pensiun, atau bahkan di akhirat nanti. Mari kita fokus pada tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumbawa," tutupnya.
