Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Demo Ricuh di Depan STKIP Taman Siswa Bima, Polisi Bubarkan Paksa Blokade Jalan LSM FRAKSI NTB

Demo Ricuh di Depan STKIP Taman Siswa Bima, Polisi Bubarkan Paksa Blokade Jalan LSM FRAKSI NTB

BIMA — Aksi unjuk rasa spontan yang digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Rakyat Sipil Nusa Tenggara (LSM FRAKSI NTB) di depan Kampus STKIP Taman Siswa Bima berakhir ricuh, Kamis (11/6/2026) siang. Aparat kepolisian terpaksa mengambil tindakan tegas dengan membubarkan paksa massa aksi yang nekat melakukan pemblokiran jalur lintas utama Bima-Sumbawa.

Demonstrasi yang dikoordinir oleh Fahrurajim dengan membawa belasan simpatisan ini merupakan bentuk protes keras atas insiden berdarah yang menimpa anggota mereka pada hari sebelumnya.

Buntut Penganiayaan oleh Oknum Preman di SPBU Donggobolo

Dalam orasi politiknya, Fahrurajim membeberkan bahwa aksi ini dipicu oleh tindakan represif dan intimidasi dari sekelompok oknum preman saat LSM FRAKSI NTB menggelar demonstrasi di depan SPBU Donggobolo, Kecamatan Woha, Rabu (10/6) kemarin.

Dalam insiden tersebut, massa aksi diserang menggunakan lemparan benda tumpul oleh kelompok preman tak dikenal. Akibatnya, dua orang aktivis mengalami luka robek serius di bagian kepala dan harus dilarikan ke Puskesmas Woha guna mendapatkan perawatan intensif.

"Kami mengutuk keras tindakan premanisme yang membungkam kebebasan berpendapat. Kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Polres Bima, untuk segera memburu dan menangkap dalang pelemparan tersebut. Kami tidak akan beranjak sebelum pelaku dijebloskan ke sel," tegas Fahrurajim di tengah jalan raya.

Blokade Jalan Pakai 'Pagar Manusia' Picu Ketegangan

Memasuki pukul 11.45 Wita, situasi di lapangan kian memanas setelah massa aksi nekat melakukan pemblokiran jalan total di Desa Belo, Kecamatan Palibelo. Mereka membentuk formasi matarantai atau 'pagar manusia' guna menutup akses kendaraan, sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas yang cukup panjang di jalur penghubung antar-kabupaten tersebut.

Melihat kondisi jalan yang lumpuh, personel Polres Bima yang didampingi Babinsa Desa Belo langsung turun ke tengah kerumunan untuk melakukan upaya penggalangan secara persuasif. Petugas meminta massa membuka blokade jalan demi kepentingan umum dan mengarahkan mereka untuk membuat laporan polisi (LP) secara resmi di Mapolres Bima agar kasus penganiayaan tersebut dapat segera diproses hukum.

Namun, imbauan humanis dari petugas ditolak mentah-mentah oleh para demonstran. Massa bersikeras tetap menutup jalan hingga ada garansi penangkapan pelaku di tempat.

Dibubarkan Paksa, Korlap dan Massa Diamankan Petugas

Lantaran negosiasi menemui jalan buntu dan kemacetan kian mengular, aparat kepolisian mengambil langkah tegas. Petugas bergerak maju merangsek barisan massa untuk membubarkan blokade secara paksa. Tindakan tegas ini sempat memicu ketegangan fisik dan aksi saling dorong yang cukup sengit antara demonstran dan petugas di lapangan.

Hanya berselang beberapa menit, situasi berhasil dikendalikan oleh pihak kepolisian. Petugas langsung mengamankan korlap beserta sejumlah massa aksi ke dalam kendaraan patroli untuk dibawa ke Markas Polres Bima guna dimintai keterangan lebih lanjut terkait aksi pemblokiran dan laporan kasus induknya.

Pasca-pembubaran paksa tersebut, arus lalu lintas di depan Kampus STKIP Taman Siswa Bima kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali kondusif di bawah pengawasan aparat keamanan setempat.